Pelatihan Pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Desa Blederan: Membangun Kemandirian Melalui Pemberdayaan Masyarakat.
Pada tanggal 20 Oktober 2025, Desa Blederan menggelar pelatihan penting yang berfokus pada pelaksanaan Program Ketahanan Pangan. Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 Balai Desa Blederan, kegiatan ini dimulai sejak pukul 9 pagi dan berakhir pada pukul 1 siang. Pelatihan dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat desa, mulai dari Kepala Desa, sekretaris desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cipta Karya Mandiri.
Kegiatan pelatihan ini menjadi momentum strategis untuk menguatkan kapasitas aparatur desa dan lembaga-lembaga desa dalam menjalankan program ketahanan pangan yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Dengan menghadirkan dua narasumber ahli dari pendamping desa Kecamatan Mojotengah, pelatihan ini dirancang agar peserta mendapatkan bekal pengetahuan komprehensif, baik dari sisi regulasi maupun manajemen usaha pangan.
Materi Pelatihan:
Payung Hukum dan Administrasi Program Ketahanan Pangan Narasumber pertama menjelaskan secara mendalam mengenai payung hukum yang mengatur Program Ketahanan Pangan. Peserta memperoleh pemahaman tentang landasan hukum yang mendasari pelaksanaan program ini, berbagai peraturan terkait, serta tata kelola administrasi yang harus ditaati dalam proses pelaksanaan. Pengetahuan ini sangat krusial untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan regulasi pemerintah dan menghindari kendala hukum di kemudian hari. Selain aspek hukum, materi administrasi juga menekankan pentingnya pencatatan, pelaporan, dan monitoring program secara sistematis agar hasil program dapat terdokumentasi dengan baik serta evaluasi bisa dilakukan secara berkala untuk perbaikan program ke depan.
Analisa Usaha untuk Mendukung Kemandirian Desa Materi kedua yang disampaikan oleh narasumber lainnya membahas teknik melakukan analisa usaha yang akan dijalankan dalam konteks ketahanan pangan. Analisa usaha ini meliputi studi kelayakan, pengelolaan sumber daya yang ada, hingga strategi pemasaran produk pangan hasil desa. Para peserta diajak untuk memahami berbagai aspek penting seperti potensi pasar, pengelolaan sumber daya alam, dan pemanfaatan teknologi sederhana yang dapat meningkatkan produktivitas usaha pangan. Peserta juga diberikan contoh-contoh usaha produktif yang sesuai dengan karakteristik desa serta bagaimana mengelola risiko usaha agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi ekonomi desa.
Peran Aktif Perangkat Desa dan Lembaga Desa Kehadiran seluruh perangkat desa, anggota BPD, serta pengurus BUMDesa Cipta Karya Mandiri menegaskan bahwa keberhasilan Program Ketahanan Pangan sangat bergantung pada kolaborasi antar lembaga desa dan partisipasi aktif masyarakat. Pelatihan ini mendorong semua elemen tersebut untuk bersinergi dalam mengoptimalkan potensi desa sebagai lumbung pangan yang mandiri.
Kepala Desa Blederan dalam sambutannya menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk mendukung pelaksanaan program serta mendorong inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan sumber daya lokal. Beliau juga berharap melalui pelatihan ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang membawa desa menuju ketahanan pangan yang lebih baik.
Pelatihan ini bukanlah akhir, namun sebuah langkah awal. Diharapkan setelah kegiatan ini, peserta dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam menjalankan program ketahanan pangan di desa. Pemerintah desa juga akan memfasilitasi pendampingan lanjutan serta evaluasi berkala guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ini diharapkan dapat membangun fondasi kuat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Desa Blederan secara keseluruhan.