Udara segar pegunungan di Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah, pagi itu terasa lebih semangat dari biasanya. Pada Selasa, 4 November 2025, halaman balai desa dipenuhi tawa anak-anak, sapa hangat para ibu dari TP PKK, serta deretan spanduk berwarna cerah bertuliskan “Penguatan Desa Ramah Anak”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Blederan dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa anak bukan sekadar penerus generasi, melainkan juga subjek pembangunan yang memiliki hak, suara, dan potensi besar. Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo dalam sambutannya menekankan pentingnya desa untuk menjadi tempat tumbuh yang sehat, penuh kasih, dan memberi ruang bagi anak untuk berekspresi. Desa yang ramah anak diibaratkan sebagai rumah kedua, tempat mereka belajar mengenal dunia tanpa rasa takut dan tanpa kehilangan hak untuk bahagia.
Pemerintah Desa Blederan bersama TP PKK, Fatayat Muslimat, Aisyiyah, dan para tenaga pendidik bersatu tangan dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Mereka menyadari bahwa kesejahteraan anak bukan hanya urusan keluarga inti, melainkan tanggung jawab sosial seluruh lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini menjadi inspirasi nyata bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah kecil di lingkungan terdekat.
Dalam sesi diskusi dan pelatihan, para peserta diajak mengenal strategi penting untuk mewujudkan Desa Ramah Anak. Beberapa di antaranya meliputi pembentukan kelompok anak dan remaja sebagai wadah aspirasi, pelatihan tentang hak-hak anak untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, serta pembangunan infrastruktur publik yang ramah anak seperti taman bermain, jalur aman menuju sekolah, dan ruang terbuka hijau. Di samping itu, peningkatan akses terhadap layanan dasar, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, menjadi prioritas agar setiap anak di Desa Blederan dapat tumbuh dengan optimal.
Suasana kegiatan tidak hanya diwarnai dengan materi dan diskusi, tetapi juga keceriaan anak-anak yang mengikuti permainan edukatif. Wajah penuh senyum mereka mencerminkan harapan besar: bahwa masa depan yang baik dimulai dari lingkungan yang peduli. Dukungan dari organisasi perempuan seperti Fatayat Muslimat dan Aisyiyah menambah semangat tersendiri. Mereka berperan aktif dalam mengedukasi keluarga agar lebih peka terhadap kebutuhan emosional dan fisik anak.
Pada penutupan acara, Pemerintah Desa Blederan menyampaikan harapannya agar penguatan ini menjadi titik awal perjalanan panjang menuju Blederan yang benar-benar ramah anak. Visi tersebut bukan hanya impian, tetapi tanggung jawab bersama untuk terus dirawat dan diwujudkan.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah terjalin, Blederan kini melangkah mantap menuju masa depan yang lebih cerah—masa depan di mana setiap anak dapat tumbuh bahagia, sehat, terlindungi, dan berdaya di tanah kelahiran mereka sendiri.